Minggu, 17 Juni 2012

Sholat Dalam Perjalanan

"Sholat Dalam Perjalanan"

Sholat dalam perjalanan, atau disebut “ sholatus safar “, dapat dilakukan dengan beberapa cara sebagai berikut :
1. Dilakukan seperti biasanya saat dirumah.
2. Di qoshor. Yakni sholat yang semestinya 4 roka’at diringkas menjadi 2 roka’at.
3. Di jama’. Yakni mengumpulkan dua sholat, dhuhur dengan ashar atau maghrib dengan isya’, dalam salah satu waktunya.
 
"Sholat dengan cara jama’ ada dua macam":
1. Jama’ taqdim. Yaitu mengumpulkan sholat dhuhur dan sholat ashar dalam waktu dhuhur, atau sholat maghrib dan sholat isya’ dalam waktu maghrib.
2. Jama’ ta’khir. Yaitu mengumpulkan sholat dhuhur dan sholat ashar dalam waktu ashar, atau sholat maghrib dan sholat isya’ dalam waktu isya’.
Apabila seorang musafir telah sampai pada suatu tempat tujuan, seperti Makkah, kemudian berniat tinggal selama minimal 4 hari, maka dianggap sudah bukan sebagai musafir lagi, oleh karenanya tidak boleh melakukan jama’ ataupun qoshor.



CARA SHOLAT QOSHOR
Pelaksanaan sholat qoshor sama seperti sholat biasa, hanya saja, sholat yang semestinya 4 roka’at yaitu dhuhur, ashar, dan isya’, di ringkas menjadi 2 roka’at dengan niat qoshor pada waktu takbirotul ihram.
Contoh lafadz niat qoshor : USHOLLI FARDLOD-DHUHRI ROK'ATAINI QOSSHRON LILLAHI TA'ALA.(saya niat sholat dhuhur dengan diqoshor dua roka’at karena Allah).

SYARAT-SYARAT QOSHOR
Orang yang sedang bepergian (musafir), diperbolehkan melakukan sholat dengan qoshor, apabila memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
1. Bukan bepergian maksiat, seperti bepergian dengan tujuan mencuri, dan lain-lain.
2. Jarak yang akan ditempuh, sedikitnya berjarak 80, 64 km .
3. Mengetahui hukum diperbolehkannya qoshor.
4. Sholat yang di qoshor berupa sholat empat roka’at. Yakni dhuhur, ashar dan isya’ .
5. Niat qoshor pada saat takbirotul ihram.
6. Tidak bermakmum/berjama’ ah kepada orang yang tidak sedang mengqoshor sholat.

Dalam perjalanan yang jauhnya 120,96 km (tiga marhalah) ke atas, lebih utama melaksanakan sholat dengan cara qoshor 3 (di ja'ma). Musafir yang sudah memenuhi syarat-syarat qoshor, boleh melakukan jama’ sekaligus qoshor.

CARA JAMA’ TAQDIM
Sholat jama’ taqdim adalah, melakukan sholat ashar dalam waktunya sholat dhuhur, atau melakukan sholat isya’ dalam waktunya sholat maghrib. Sholat shubuh tidak dapat dijama’ dengan sholat isya’.
Pelaksanaannya yaitu antara sholat dhuhur dengan ashar, dilakukan dengan cara, setelah masuk waktu dhuhur, terlebih dahulu melakukan sholat dhuhur, dan ketika takbirotul ihram, berniat menjama’ sholat dhuhur dengan ashar.niatnya :
USHOLLI FARDLOD-DHUHRI JAMA'AN BIL 'ASHRI TAQDIMAN LILLAHI TA'ALA.(Saya berniat sholat dhuhur dengan dijama’ taqdim dengan ashar karena Allah)

Niat jama’ taqdim, dapat juga dilakukan di tengah-tengah sholat dhuhur sebelum salam, dengan cara berniat didalam hati tanpa diucapkan, menjama’ taqdim antara ashar dengan dhuhur.

Kemudian setelah salam dari sholat dhuhur, cepat-cepat melakukan sholat ashar. Demikian juga cara sholat jama’ taqdim antara sholat maghrib dengan sholat isya’, sama dengan cara jama’ taqdim antara sholat dhuhur dengan ashar, dan lafadz dhuhur diganti dengan maghrib, lafadz ashar diganti dengan isya’.

Jika sholat jama’ taqdim dilakukan dengan qoshor, maka sholat yang 4 roka’at, yaitu dhuhur, ashar, dan isya’, diringkas menjadi 2 rokaat. niatnya jama’ taqdim serta qoshor: USHOLLI FARDLOD-DHUHRI ROK'ATAINI JAM'AN BIL 'ASHRI TAQDIMAN WA QOSHRON LILLAHI TA'ALA. (Saya berniat sholat dhuhur dua roka’at dengan dijama’ taqdim dengan ashar dan diqoshor karena Allah )

SYARAT-SYARAT JAMA’ TAQDIM
Orang yang sedang bepergian, diperbolehkan melakukan sholat jama’ taqdim, dengan syarat sebagai berikut :
1. Bukan berpergian maksiat .
2. Jarak yang akan ditempuh, sedikitnya berjarak 80,64 km.
3. Berniat jama’ taqdim dalam sholat yang pertama ( Dhuhur / Maghrib).
4. Tartib, yakni mendahulukan sholat dhuhur sebelum sholat ashar dan mendahulukan sholat maghrib sebelum sholat isya’.
5. Wila’, yakni setelah salam dari sholat pertama, segera cepat-cepat melakukan sholat kedua, tenggang waktu anatara sholat pertama dengan sholat kedua, selambat-lambatnya, kira-kira tidak cukup untuk mengerjakan dua roka’at singkat.
Sebagian ulama’ berpendapat, jama’ (bukan qoshor), di perbolehkan meskipun tempat tujuan berjarak kurang dari 80,64 km, namun tidak kurang dari 1,66 km . Perjalanan yang jauhnya 120,96 km (tiga marhalah) ke atas, lebih utama melakukan sholat dengan qoshor .

CARA JAMA’ TA’KHIR
Sholat Jama’ ta’khir adalah, melakukan sholat dhuhur dalam waktunya sholat ashar, atau melakukan sholat maghrib dalam waktunya sholat, isya’. Sedangkan sholat shubuh tidak dapat dijama’ dengan sholat dhuhur.

Pelaksanaannya yaitu : antara sholat dhuhur dan ashar, dilakukan dengan cara, apabila telah masuk waktu dhuhur, maka dalam hati niat mengakhirkan sholat dhuhur untuk dijama’ dengan sholat ashar dalam waktu sholat ashar. Kemudian setelah masuk waktu ashar, melakukan sholat dhuhur dan sholat ashar seperti biasa tanpa harus mengulangi niat jama’ ta’khir.

Demikian juga cara melakukan jama’ ta’khir sholat magrib dengan sholat isya’. Ketika masuk waktu maghrib berniat dalam hati mengakhirkan sholat maghrib untuk di jama’pada waktu sholat isya’.

SYARAT-SYARAT JAMA’ TA’KHIR
Orang yang sedang bepergian, diperbolehkan melakukan jama’ ta’khir apabila memenuhi syarat sebagai berikut :
1. Bukan bepergian maksiat.
2. Jarak yang ditempuh, sedikitnya berjarak 80,64 km.
3. Berniat jama’ ta’khir didalam waktu dhuhur atau waktu maghrib.

0 komentar:

Posting Komentar